TUGAS PENDIDIKAN
KEWARGANEGARAAN ( PKN )
OBSRVASI TENTANG KEBERADAAN DESA MINDAHN KIDUL
DISUSUN
OLEH:
NAMA :
NURUL KHOLIFATUN KHOFIFAH
PRODI : PERBANKAN SYARI’AH REGULER 2
NIM :181420000246
Mindahan Kidul adalah desa di kecamatan Batealit, Jepara, Jawa Tengah, Indonesia. Desa ini
merupakan pecahan dari desa Mindahan. Mayoritas penduduknya beragama Islam dengan
pekerjaan petani. Mindahan berasal dari kata pindahan entah siapa yang
mengganti nama mindahan.dari fersi seorang sesepuh didesa singgahan Beliau
bilang mindahan dulunnya oro-oro,tanah kosong penuh dengan alang-alang dan
pohon karya(senggani). Namun beliau tidak bilang dulunnya mana mbatealit dan
desa mindahan. Buktinnya mbatealit ada diantara mindahan dan mbantrung.namun
jika diruntut terus semua akan berhubungan.banyak beberapa tempat dimindahan
kidul yang belum bisa diungkap, tempat-tempat sejarah yang tentunnya menjadi
sumber objek wisata maupun situs-situs sejarah. Diawali dari adannya sendang
kereta api yang berada disendag kali sono yang terletak diujung timur desa mindahan.
Dari cerita rakyat ada yang mengatakan itu adalah peninggalan
belanda.pembangunan rel tidak selesai karena diserang dan di hancurkan oleh
prajurit mbah senopati. Adapun sebuah trowongan yang disebut judag wali jika
dilihat berasal dari letak bangunan rel yang mengarah ketrowongan tersebut, dan
trowongan yang menyerupai gorong-gorong besar itu dijadikan mbah senopati dan
prajuritnya saat mengepur pasukan belanda di sendang sono saat membangun
jembatan rel kereta api.
Desa Mindahan
Kidul tergolong desa baru, karena berdiri pada Tanggal 28 Agustus 1997 sekitar
22 tahun yang lalu. Walau demikian, desa ini berkeinginan untuk maju dan tak
mau kalah dengan desa-desa yang lain yang sudah mapan. Untuk itu, Desa Mindahan
Kidul memerlukan perhatian khusus dari pemerintah.petinggi atau pemimpin di
Desa Mindahan kidul pertama kali adalah Bapak Ali Kunderin dan selanjutnya di
pimpin oleh Bapan Nur Ruddin dan kemudian dipimpin oleh Bapak Ahmad Rifa’i. Desa
yang sekarang terdiri dari 36 RT 06 RW yang berdiri di atas tanah seluas
473.481 km2 merupakan pecahan dari desa mindahan, hal ini disebabkan luasnya
wilayah sehingga sulit untuk melakukan proses pemerintahan.
Disini
pemerintah Desa Mindahan Kidul kala itu berinisiatif untuk membagi wilayah
menjadi dua dengan harapan agar proses pemerintahan lebih mudah. Disebut
Mindahan Kidul karena letak desa ini berada disebela selatan Desa
Mindahan,’’Kidul’’ merupakan bahasa jawa yang berarti selata atau arah selatan,
dari sinilah nama desa ini diambil desa yang berada dibagian selatan mindahan
atau mindahan kidul.sampai saat ini desa mindahan kidul masih menjalin hubungan
yang baik dengan desa mindahan, meskipun sistem pemerintahannya sudah berbeda
namun untuk asat desa sepserti lapngan,pasar dan lain-lain masih menjadi aset
berasama kedua desa ini. Desa mindahan meskipun desa yang baru sekarang sudah semakin
berkembang sesuai dengan harapan para sesepuh dan penganggas. Hal ini terbukti
meskipun desa ini masih remaja banyak dari kalangan pemuda dan remaja yang
turut aktif dan gotong royong dalam membangun danmeramaikan desa. Para pemuda
desa sering mengadakan kegiatan-kegiatan budaya seperti sedekah Bumi atau
Kabumi, Mengisi perayaan hari besar islam dengan diadakannya berbagai
lomba,bahkan kegiatan sosial membersihkan desa bersama.
|
Mindahan Kidul
|
|
|
59461
|
|
|
Luas
|
473.481 KM2
|
|
Jumlah penduduk
|
-6325( Dari hasil Sp 2010 )
|
|
Kepadatan
|
-
|
Petilasan Desa Mindahan kidul
Punden
Senopati Desa Mindahan Kidul
Punden Senopati adalah
sebuah nama tempat dimakamkannya nama seorang tikih besar dari mataram yang
tidak diketahui nama aslinnya, oleh masyarakat setempat tokoh itu dikenal
dengan nama kanjeng senopati, konon ceritannya kanjeng senopati diperintahkan
ole sultan mataram untuk memimpin pasukan kedaerah pesisir utara pulau
jawa(jepara).dalam rangka mengawasi gerak gerik dari belanda yang sedang gencar
gencarnya melakukan eksploitasi didaerah itu. Jabatan dari Kanjeng Senopati
diKerajaan Mataram ketika itu adalah seorang senopati kerajaan yang membawai
seribu orang prajuri. Kisang seorang kanjeng senopati ini ada hubungannya
dengan kisah tiga orang toko yang diekanal sebagai cikal bakal desa mindahan
kidu, ketiga orang itu adalah Mbah Buyut Sangku, Mbah Rabil dan Kyai Kanjeng
Gusti. Sebelum mereka menetap didaerah mindahan kidul ketiga tokoh itu adalah pengawal
setia dari kanjeng senopati yang dipercaya untuk membuka hutan dan mengola
potensi alam yang ada di desa mindahan kidul.
Sambil menyelam minum
air, pepatah tersebut kirannya cocok untuk menggambarkan apa yang dilakuan oleh
kanjeng senopati dan pasukannya di daerah jepara(Desa Mindahan). Karena
disamping menjalankan tugas negara, kanjeng senopati juga mengajarkan banyak
hal kepada peduduk setempat. Hal-hal yang diajarkan itu meliputi:ajaran
mengenai syariat islam, ketrampilan bela diri(pencak silat), atau bahkan
hal-hal mengenai pengolahan pertanian. Pembelajaan menegnai ketrampilan pencak
silat dikhususkan untuk para pemuda-pemudi yang ingin membekali dirinya dengan
ketrampilan itu.pengajaran pencak silat ini dimaksutan untuk meatih atau
mendidik pemuda-pemuda desa agar dapat membela dirinya dan sebagai bantuan
pasukan tambahan kalu terjadi pertempuran dengan musuh. Dalam perkembangan
selanjutnya,senopati meninggal dunia karena usia yang telah lanjut. Jasat
beliau dimakamkan dikompleks pemakaman umum desa mindahan lor. Untuk meghormati
dan mengenang jasannya maka diatas makam kanjeng senopati dibangun sebuah
cungkup yang memiliki panjang 4 meter dan lebar 2 meter. Selain itu masyarakat
desa mindahan juga mengadakan houl dimakam kanjeng senopati setiap hari senin
pahing dibulan apit. Acara houl itu diisi dengan kegiatan pengajian, pembacaan
tahlil dan surat yasin dimakam kanjeng senopati, selanjutnya pada siang
harinnya acara houl itu diisi denga takzia oleh pembicara yang didatangkan dari
luar kota. Rangkaian acara houl itu diakhiri dengan pementasan tayub dibalai
desa.
Menurut cerita masyarakat
setempat pengikut dari kanjeng senopati tidak hanya dari bangasa manusia saja
tetapi ada jugabangsa lelembutatau bangsa jin.oelh masyarakat setempat maka
kanjeng senopati dianggap sebagai makam yang keramat, terkadang disekitar makam
senopati ada orang yang melakukan pati geni untuk ngalap berah dari makam
senopati. Menurut penutaran salah seorang warga desa mindahan, dimakam senopati
juga terdapat pusaka-pusaka(azimat) yang memiliki banyak khasiat. Tak jarang
ada orang yang jauh-jauh datang kesitu hanya untuk mengambil pusaka dimakam
kanjeng senopati.
LAPORAN BULANAN PERISTIWA PENTING DAN
PERISTIWA KEPENDUDUKAN
|
Desa
|
Penduduk awal
bulan
(L+P)
|
Lahir bulan ini
(L+P)
|
Mati bulan ini
(L+P)
|
Datang bulan ini
(L+P)
|
Pindah bulan ini
(L+P)
|
Penduduk akhir
bulan
(L+P)
|
|
Mindahan kidul
|
6455
|
02
|
05
|
05
|
02
|
6455
|
|
Jumlah
|
6455
|
02
|
05
|
05
|
02
|
6455
|
Keterangan
|
No.
|
Mutasi
|
Pindah
(L+P)
|
Datang
(L+P)
|
|
1.
|
Antar desa
|
02
|
0
|
|
2.
|
Antar kecamatan
|
0
|
04
|
|
3.
|
Antar kab/kota
|
0
|
0
|
|
4.
|
Antar provinsi
|
0
|
01
|
|
|
Jumlah
|
02
|
05
|
Anggaran Pendapatan dan
Belanja Desa Pemerintah Desa Mindahan Kidul
|
NO
|
IURAN
PENDAPATAN
|
JUMLAH
SEBELUMNYA
|
JUMLAH
PENAMBAHAN
|
JUMLAH
PENGURANGAN
|
JUMLAH
SETELAH PERUBAHAN
|
KETERANGAN
|
|
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10
11
12
13
14
15
|
Pendapatan
Pendapatan asli
desa
Hasil Usaha
Hasil Aset
Lain-lain
pendapatan
Pendapatan
Transfer
Dana Desa
Bagian dari hasil
pajak
Alokasi dana desa
Bantuan keuangan
Bantuan provinsi
Bantuan kabupaten
Pendapatan Lian-lain
Hibah dan
sumbangan
Lain-lain
pendapatan desa yg sah
|
2.155.980.000
125.149.000
96.670.000
7.490.000
20.989.000
2.030.831.000
1.226.961.000
55.876.000
592.994.000
155.000.000
55.000
100.000
-
-
-
|
89.283.000
-
-
-
-
89.283.000
-
4.283.000
-
85.000.000
-
85.000.000
-
-
-
|
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
|
2.245.263.000
125.000
96.670.000
7.490.000
20.989.000
2.120.114.000
1.226.961.000
60.159.000
592.994.000
240.000.000
55.000.000
185.000.000
-
-
-
|
BENGKOK
BENGKOK
DANA DESA
BHPR
ADD
BKP/BKK
BKP
|
|
|
Jumlah
pendapatan
|
2.155.980.000
|
89.283.000
|
-
|
2.245.263.00
|
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar